BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini setidaknya ada 180 hektare lahan yang terbakar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Salah satu yang paling banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut yakni di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Dengan adanya hal itu, Camat Mentawa Baru Ketapang Ahmad Sarwo Oboi angkat bicara.
Dirinya meminta kepada masyarakat agar selalu menjaga lahannya agar tidak terbakar. Hindari semua potensi yang menimbulkan terjadinya Karhutla.
"Kami sudah sering menyampaikan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Karena ini dampaknya sangat besar bagi masyarakat luas," ujar Oboi, Rabu (1/8/2017).
--page
Dirinya mengungkapkan, saat ini paling banyak terjadi karhutla yakni di wilayah lingkar selatan.
Dinsana memang masih banyak lahan kosong. Sehingga pada saat sang pemilik melakukan pembersihan. Maka rumput ataupun pohon yanh di tebas dan di potong akan cepat mengering. Hal itulah yang bisa membuat api mudah muncul dan terbakar.
"Jadi kalau ingin membersihkan lahan, sebaiknya tidak pada saat musim panas. Karena sangat rawan terjadinya Karhutla," katanya.
Dirinya juga mengatakan, sejumlah kebakaran lahan yang terjadi diwilayahnya sudah berhasil dipadamkan oleh tim Satgas Karhutla.
Oboi juga bersyukur saat ini sudah terjadi hujan. Sehingga Karhutla tidak terjadi di daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








