BORNEONEWS, Puruk Cahu - Saat ini jumlah aparatur Pemerintah yang melayani masyarakat khususnya yang bermukim di pedalaman sudah sangat minim. Akan tetapi, sebaliknya masih banyak aparatur Pemerintah baik guru, maupun tenaga medis yang masih berusaha mengejar dan mengurus agar mendapat penempatan di kota.
Kondisi tersebut tentu sangat ironis dan sangat bertolak belakang dengan kondisi dilapangan, sehingga para oknum baik guru maupun tenaga medis yang masih berupaya mengejar penempatan di Kota seolah tidak tau kondisi tersebut dan kurang memahami atri sebuah pengabdian.
Sebagaimana diungkapkan Wakil Bupati Murung Raya Darmaji, SE beberapa waktu lalu di Puruk Cahu bahwa baik guru maupun tenaga medis jangan hanya mengejejar penempatan di daerah perkotaan.
Dengan melakukan berbagai acara dan upaya termasuk membuat beragam alasan untuk bisa mendapat rekomendasi pindah atau mutasi dari desa ke kota.
Tentu hal itu sangat tidak mendukung keinginan pemerintah untuk terus menambah jumlah petugas baik guru maupun medis di pedalaman mengingat jumlahnya yang kurang selama ini.
--page
“Berbagai cara dilakukan untuk bisa mendapatkan rekomendasi pindah atau sebagai guru titipan, sehingga guru di pedalaman yang sudah kurang menjadi semakin berkurang,” katanya.
Hal ini kata Wabup harus benar benar difahami, karena sebagai abdi masyarakat tentu harus memiliki jiwa pengabdian yang kuat dan siap ditugaskan dimana saja sesuai dengan komitmen ketika memilih profesi sebagai PNS.
Namun kebanyakan hal itu dilanggar dan tidak dipedulikan, dan dibuktikan dengan banyaknya usulan pindah di BKD saat ini. (TRISNO/B-5)








