BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Murung Raya (Mura) Pujo Sarwono mengatakan, pihaknya selalu memperhatikan pencemaran yang terjadi di sungai. Menurutnya, dampak pencemaran sungai akan mengurangi ekosistem ikan.
Sehingga hal itu harus menjadi perhatian serius. Ia melihat selain DAS Barito juga ada beberapa anak sungai di Murung Raya yang saat ini sudah sangat tercemar sehingga perlu penanganan serius.
“Karena selain berbahaya bagi manusia, juga berbahaya bagi ekosistem hewani yang tinggal di dalamnya,” tandas Pujo, belum lama ini.
Karenanya, dirinya meminta masyarakat ikut menjaga kelestarian lingkungan termasuk sungai sebagai warisan bagi anak cucu nanti.
Rusliansyah, nelayan di Puruk Cahu mengatakan pihaknya sangar merasakan dampak pencemaran air sungai, seperti sulitnya dalam mencari ikan.
--page
Hal itu diduga berkaitan dengan semakin menurunnya populasi ikan di DAS Barito dan anak anak sungai lainnya karena kerusakan lingkungan yang mengganggu ekosistem hewani khususnya di sungai.
“Saya menduga populasi ikan menurun di perairan umum sebagai akibat dari berbagai kegiatan illegal yang merusak lingkungan. Buktinya, penghasilan mencari ikan dengan cara tradisional jauh menurun dari waktu ke waktu” jelas Rusliansyah, kemarin. (TRISNO/B-5)








