BORNEONEWS, Puruk Cahu– Akses jalan dan jarak yang cukup jauh antara ibu kota kabupaten Murung Raya, Puruk Cahu, dengan sejumlah desa menjadi sebab sering telatnya penyaluran dana desa. Masalah ini diperparah minimnya sumber daya manusia yang mumpuni dalam menjalankan tugas perangkat desa.
“Kalau secara umum kendala kita yang pertama masalah jarak, utamanya desa yang jangkauannya jauh. Yang kedua dari SDM yang masih dinilai kurang,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Desa dan Kelurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mura Dommy Joan, belum lama ini.
Lanjut Dommy, dalam pelaporan dana desa yang harusnya menggunakan sistem software digital, tentunya menjadi sebuah tantangan yang harus ditaklukan. Karena masih banyaknya para perangkat desa yang belum paham cara menggunakan tehnologi itu.
“Untuk aplikasi pelaporan keuangan desa sendiri setiap tahun bahkan bulan bisa berubah, jadi caranya sesering mungkin dilakukan pelatihan maupun pembinaan,” tambah Dommy.
Sehingga diharapkan pihak Pemerintahan Desa sendiri terus melakukan upaya upaya peningkatan SDM aparaturnya, sehingga kedepan seluruh desa sudah mampu secara mandiri melakukan pelaporan dan juga pengelolaan keuangan desa dengan lebih baik.
--page
Karena di tengah kendala jarak tempuh atau masih adanya desa yang tidak bisa menagkses teknologi internet, maka tentu menjadi tantangan tersendiri, akan tetapi hal itu tidak lantas menjadi kendala yang tidak ada solusinya.
Dalam hal ini DPMPD dan juga jajaran pemerintahan desa terus melakukan upaya peningkatan kapasitas dan sarana terkait dengan pelaporan dan pengelolaan kuangan desa agar semakin baik lagi. (TRISNO/B-5)








