SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Nama Jhon Krisli  tidak ada dalam berkas pendaftaran bakal calon legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Kotawaringin Timur, menjelang penutupan penyerahan berkas pencalonan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim.

Tanpa diduga, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan justru mengusung bukan kader untuk menggantikan William Mart yakni Rudy Abidinsyah.

Kabar tidak dicalonkan ini membuat kaget semua simpatisan pendukung Jhon Krisli. Banyak pihak menyesalkan keputusan partai berlambang  Banteng Moncong Putih tersebut. Apalagi, selama ini PDI Perjuangan Kotim selalu identik dengan Jhon Krisli, sebagai salah satu kader terbaik.

Jhon Krisli tampak kecewa berat dengan keputusan itu. Dia menyesalkan keputusan tersebut yang diambil menjelang penutupan pendaftaran di KPU. 

Kondisi itu membuatnya mati langkah, meski banyak partai yang sudah menggaetnya untuk bergabung. Namun karena dia yakin PDI Perjuangan pasti mengusungnya kembali, dia tidak menanggapi tawaran itu.

--page

”Karir politik saya sengaja mau dihabisi kalau seperti ini," kata Jhon Krisli, Rabu (1/8/2018).

Anggota DPRD Kotim, tiga periode itu tidak mau berkomentar banyak. Namun dia tidak menampik dugaan sengaja dijegal sekelompok pihak dalam pencalonan di Pileg 2019. 

“Silahkan dilihat sendiri siapa yang berperan dalam masalah ini. Ada yang tidak senang dengan saya," cetus Jhon Krisli.

Jhon merupakan kader PDI Perjuangan selama 18 tahun. Sejak awal ia bergabung menjadi kader hingga memimpin anak ranting sampai melejit hingga ke pengurus DPC PDI Perjuangan. 

Bahkan dia pernah menjabat sebagai Ketua DPC. Saat memimpin PDI Perjuangan Kotim, dia tergolong sukses memenangkan partai itu.(NACO/B-11)