BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bisnis penjualan BBM menggunakan peralatan pengukur takaran ala pertamini ternyata menggiurkan. Bahkan hasilnya lebih menguntungkan dibandingkan uasaha eceran,
“Sebelumnya saya menjual bensin menggunakan botol. Ternyata saat beralih menjadi pertamini, hasilnya lebih menguntungkan," kata Akbar, salah seorang pedagang BBM pertamini di Kuala Pembuang, Rabu (1/8/2018).
Dia mengatakan, ada perbedaan tingkat penjualan dibandingkan saat berdagang secara eceran.
"Sebelumnya, saya jual bensin dengan botol biasa laku kurang dari 35 liter per harinya. Saat beralih ke Pertamini, sekarang satu bisa menjual hingga 60 liter," kata dia.
Sementara itu, sejumlah pengendara ternyata juga lebih sering membeli ke pertamini. "Ya seperti membeli ke SPBU saja. Kelihatan takarannya," kata Fariz, warga setempat. (FARIZAN IFTIKAR/B-11)








