MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara, Nadalsyah melalui Kepala Bappeda Litbang, Muhlis mengatakan studi penilaian resiko kesehatan lingkungan atau yang dikenal sebagai study Environmental Health Risk Assessment  (EHRA) merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh kelompok kerja (Pokja) AMPL kabupaten.

Melalui keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program serta dilandasi dengan kerja keras dan komitmen yang kuat , kata Muhlis,  maka target dan sasaran universal akses 2019 yakni 100 persen akses air minum - 0 persen luas kawasan kumuh – 100 persen akses sanitasi. 

“Bidang air limbah dan persampahan 85 persen pemenuhan akses layak dan 15 persen pemenuhan akses dasar minimum dapat terwujud,” kata Muhlis, Kamis (2/8/2018)

Bupati menegaskan perencanaan sanitasi yang baik diperlukan dalam rangka membangun sanitasi di daerah, tanpa rencana yang baik, maka pembangunan sanitasi tidak dapat berjalan dan berkesinambungan.

Pemuktahiran SSK program PSPP 2018 ini kabupaten difasilitasi oleh satu orang fasilitator Kabupaten dalam menyusun dokumen perencanaan sanitasi berupa Pemuktahiran Strategi Sanitasi Kabupaten (PSSK).(RAMADHANI/B-6)