BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Golongan Karya DPRD Kotawaringin Timur, Sinar Kamala mengkritisi realisasi belanja pada APBD Kotim tahun anggaran 2017.
Sinar Kamala menilai bahwa realisasi yang tercapai sangat tidak patut, sebesar 86,38 persen dari rencana Rp1,75 triliun.
Maka dari itu sangat penting penyusunan program melalui perencanaan agar bisa dilaksanakan sesuai dengan target realisasi.
Menurut dia tidak ada alasan kegiatan tidak bisa dilaksanakan karena faktor teknis, karena kalau sudah diusulkan artinya perencanaan sudah matang untuk pelaksanaanya.
"Jika dilihat dari aspek perencanan berarti masih banyak kegiatan yang tertunda bahkan tidak dapat dilaksanakan," kata dia Kamis (2/8/2018).
--page
Lanjut dia target yang sudah ditetapan tidak dapat terealisasi, seharusnya perencaanaan program kegiatan sudah melalui kajian, tentu hal itu sangat berdampak kepada implementasi pembangunan 2017.
"Ini disinyalir karena belum ada perencanaan yang bagus dari setiap SOPD yang ada," tegasnya.
Setidaknya menurut dia tergambar dari rencana strategis yang kurang baik mulai dari basis data, pementaan masalah, pemyusunan program hingga eksekusi.
Sehingga capaian pembangunan tidak dapat terukur dengan baik. Padahal dengan mengakomodir belanja yang ditargetkan itu banyak menampikan aspirasi dari masyrakat, justru yang masuk dalam daftar banyak yang tidak tepat sasaran.
Sebagai contoh berkaitan dengan perencanaan pengadaan alat pertanian tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok tani sehingga tidak dapat bermanfaat.
"Selain itu, pembangunan gedung sekolah yang gagal perencanaan hingga adanya program yang tidak bisa tereksekusi karena masalah administrasi. Ini bentuk kegagalan perencanaan itu," tandasnya. (NACO/B-6)








