PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Harry Maihadi mengatakan bahwa hingga saat ini suplai hewan kurban kebanyakan masih berasal dari luar daerah.

"Berdasarkan data sementara, suplai ternak Kota Palangka Raya memang  banyak berasal dari luar daerah. Data kita, ada yang dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Jawa Timur, Madura dan Kalimantan Selatan," kata Harry, Kamis (2/8/2018). 

Menurut Harry, paling banyak berasal dari Kupang, Sulawesi, NTB dan Jawa Timur. Sementara pasokan lokal diakui hanya sekitar 5 - 10 persen.

"Termasuk yang dari kabupaten terdekat di Palangka Raya, seperti Pulang Pisau, jumlahnya hanya sekitar 5 sampai 10 persen. Sisanya dari luar Kalteng semua," jelasnya.

Harry mengatakan bahwa sampai saat ini sapi yang masuk ke Palangka Raya sudah berjumlah sekitar 1.200 ekor. Jumlah itu terpantau dari rekomendasi yang masuk, komulasi dari ternak milik petani di Kalampangan, depo-depo penjualan hewan dan pengusaha.

--page

"Sebentar lagi juga akan datang 450 ekor sapi, 300 ekor dari jalur umum dan 150 ekor sapi pengadaan dari Pemko. Selain pemeriksaan awal, kita juga nantinya akan melakukan pemantauan di masjid saat hari raya kurban. Kami cek lagi mulut, otot di pipi, limpa, dan organ dalam lainnya. Jika tidak layak kami akan rekomendasikan untuk dimusnahkan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)