SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPC PDI Perjuangan, Rimbun menyatakan akan menyampaikan aspirasi simpatisan Jhon Krisli ke DPP PDI Perjuangan. Hal itu ditegaskan Rimbun di hadapan massa pendukung Jhon, di kantor DPC PDI Perjuangan.

"Saya akan sampaikan nanti aspirasi ini ke pusat," kata Rimbun, Kamis (2/8/2018) didampingi Yohanes Aridian Hernan bacaleg dari PDI Perjuangan.

Tersingkirnya nama Jhon Krisli sebagai bacaleg PDI Perjuangan menurut Rimbun di luar kewenangan DPC Kotim.

Meski sebelumnya mereka sudah menjelaskan ke DPP seperti apa kontribusi Jhon hingga popularitasnya selama ini. Namun keputusan internal partai itu tidak sesuai harapan. 

Ini permintaan simpatisan Jhon Krisli:

1. Meminta kepada DPP PDI Perjuangan untuk menjelaskan alasan Jhon Krisli tidak dimasukkan dalam daftar bacaleg.

--page

2. Mempertanyakan SK Nomor 25A yang hanya diberlakukan kepada Jhon Krisli saja.

3. Meminta DPP Mengubah keputusan yang tidak mencalonkan Jhon Krisli.

4. Massa mengancam akan mengundurkan diri jika tidak ada penjelasan dari DPP.

5. Mendesak dicari tahu siapa orang yang diduga menjegal Jhon Krisli.

6. DPC diberi waktu selama sepekan, dan selama itu juga atribut partai dilepas dan kantor DPC disegel.

--page

Sementara itu Rimbun mengapresiasi warga tidak sampai anarkis hingga penyampaian aspirasi itu bubar dengan tertib. Meski ditinggal pengurus partai yang lain, Rimbun tidak meluapkan kekecewaannya.

"Masih ada pak Yohanes Aridian yang membantu saya hingga selesai aksi warga," tandasnya. (NACO/B-11)