SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Pihak keluarga Jhon Krisli mengaku kecewa lantaran ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tiga periode itu tidak dicalonkan PDIP pada pileg 2019.

Apalagi merebak isu bahwa Jhon Krisli didepak dari PDIP karena ada pihak tertentu yang sengaja menjegalnya.

"Kami akan cari tahu siapa yang sengaja ingin menjegal. Karena cara-cara seperti ini sudah tidak benar," kata Benny BU Jangking, yang mengaku keluarga dari Jhon Krisli, Jumat (3/8/2018).

Tokoh masyarakat di Kotim itu mengaku sangat menyesalkan penjegalan terhadap Jhon Krisli. Apalagi itu dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan semata.

"Jangan menggunakan cara-cara seperti itu. Karena itu bukan cara yang baik, ini yang membuat kami marah," tegas Benny.

--page

Benny menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Karena cara yang dilakukan oknum tersebut sudah mematikan karir politik Jhon Krisli.

"Kami yakin semuanya ada hikmahnya, semoga saja ada jalan keluarnya," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (2/8/2018), ratusan simpatisan Jhon Krisli ngeluruk ke kantor DPC PDIP Kotim. Mereka bermaksud mempertanyakan alasan Jhon Krisli tidak lagi dicalonkan pada pileg 2019.

Dalam aksi itu, massa melepas atribut partai dan menyegel kantor DPC PDIP. Sampai-sampai Ketua DPC PDIP Kotim Rimbun, menyampaikan permintaan atas perkara Jhon Krisli. (NACO/B-3)