BORNEONEWS, Sukamara - Masyarakat Kecamatan Sukamara mengeluh tindakan peternak yang membiarkan sapi peliharaannya bebas berkeliaran hingga di Jalan Tjilik Riwut. Hal tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara yang melintas.
"Hewan berkeliaran seperti ini, selain menggangu juga bisa membahayakan pengendara. Misalnya tiba-tiba sapinya menyeberang begitu saja pas ada kendaraan," kata Ifah, warga Sukamara, Jumat (3/8/2018).
Terkait itu, dia berharap pemerintah memberikan teguran kepada pemilik sapi-sapi ternak tersebut agar dikandangkan. Aehingga tidak berkeliaran, siang maupun malam hari.
"Kalau tidak ada teguran, nanti pemiliknya tetap membiarkan sapinya berkeliaran," ujar Ifah.
Ifah juga berharap pemilik sapi lebih bijak memelihara hewan ternaknya. Sebab, membiarkan ternak berkeliaran di tengah kota untuk mencari makan hanya merugikan banyak pihak.
--page
"Jika tidak dikandangkan sapinya bisa berkeliaran kemana-mana. Bahkan bisa saja masuk kebun atau pekarangan orang," pungkas Ifah. (NORHASANAH/B-11)








