BORNEONEWS, Palangka Raya – Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untnuk mengungkap pelaku teror, yang melempar benda molotov ke rumah Inspektur Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan.
“Masih kita lakukan penyelidikan. Anggota masih di lapangan. Mudaha-mudahan secepatnya terungkap,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Jumat (3/8/2018).
Senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Harman Subarkah mewakili Kapolres AKBP Timbul Rein Krisman Siregar. “Masih penyelidikan,” katanya.
Sebelumnya, rumah Alman P Pakpahan di Jalan Hiu Putih 10, dilempar benda molotov pada Sabtu (28/7/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.
Alman bersama keluarganya kaget bukan kepalang melihat kejadian itu. Bahkan bersamaan dengan itu, semburan api langsung keluar hingga ketinggian mencapai setengah meter.
--page
Sebelum kejadian, Alman sempat ngobrol bersama istri, ipar dan keponakan sampai sekitar pukul 01.30 WIB. Alman kemudian pamit untuk beristirahat, namun tidak bisa langsung tidur.
Sekitar pukul 02.00 WIB, keponakannya bernama Eben mendadak menggedor pintu sembari mengatakan 'om-om ada api di luar'.
Alman yang sudah dalam posisi setengah tidur langsung terperanjat kaget. Ia pun bergegas keluar dan benar melihat ada api di teras rumahnya.
Di saat itu pula, ia melihat ada seseorang berada di samping rumahnya. Alman mendatangi dan bertanya. Tapi orang tidak dikenal itu langsung kabur menggunakan motor.
Keesokan harinya, Minggu (29/7/2018), Alman kembali mendapat teror. Namun kali ini benda yang dilempar berbentuk tanah granit.
“Pukul 12.20 WIB, saya bersama keluarga duduk di teras rumah. Kebetulan saya duduk membelakangi pagar, menghadap pintu rumah. Tiba-tiba ada lemparan tanah granit hitam mengenai punggung saya. Saya kaget. Melihat keluar, tidak ada orang di luar. Saya tidak tahu dari mana arah lemparan itu,” cerita Alman sembari berharap polisi segera mengungkap pelakunya. (BUDI YULIANTO/B-11)








