BORNEONEWS, Muara Teweh – Dalam penutupan lokasi prostitusi disuatu daerah nantinya akan membutuhkan biaya yang besar seperti pemulangan para pekerja seks komersial (PSK), pelatihan, dan lainnya.
Menurut Anggota DPRD Barito Utara, Asran bahwa dalam penutupan prostitusi ini nantinya para PSK bakal dipulangkan ke kampung halamannya.
Untuk memulangkan mereka ke tempat asalnya seperti di daerah lain yang telah melakukan penutupan terhadap tempat prostitusinya para PSK akan dibantu oleh pemerintah.
“Jadi bagi PSK pendatang akan dikembalikan ke daerah asalnya, kalau tidak salah untuk pemulangan ini seperti di daerah lain ada bantuan Rp5 juta,” ujar Asran, Jumat (3/8/2018).
Disampaikan, dalam rencana penutupan lokalisasi ini pula terhadap para PSK perlu diberikan pembinaan dan perlatihan keterampilan-pelatihan, agar para wanita penghibur ini tidak kembali ke pekerjaannya tersebut.
--page
“Sehingga setelah nantinya mereka dipulangkan ke tempat asalnya dan kembali ke masyarakat, mereka bisa berusaha dengan bekal keterampilan yang diperoleh dari pelatihan yang diberikan,” katanya.
Selain itu setelah nantinya prostitusi ini ditutup diharapkan kepada aparat terkait, agar dapat melakukan pengawasan. Jangan sampai prostitusi di tempat lokalisasi itu ditutup, justru mereka nantinya malah menjadi liar ke dalam kota.
“Jangan sampai nantinya setelah prostitusi di lokalisasi ini di tutup, malah ada eks PSK di lokalisasi itu yang malah berkeliaran di kota Muara Teweh, sebab ini malah justru lebih berbahaya,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)








