SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD  Kotawaringin Timur, Parimus  menilai pembangunan di daerah ini masih belum merata sehingga perlu campur tangan Pemerintah Pusat. 

"Meski dari tahun ke tahun pembangunan di Kotim mengalami peningkatan, pelaksanaan pembangunan kami lihat belum sepenuhnya merata, terutama untuk daerah pedalaman," kata Parimus, Jumat (3/8/2018)0

Keterlibatan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut sangat dibutuhkan terutama dalam hal penyediaan anggaran, salah satunya dengan meningkatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Menurut dia , masih banyak kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman yang belum bisa dipenuhi dengan baik oleh pemerintah daerah, seperti ketersediaan infrastruktur jalan, air bersih, pendidikan dan listrik.

"Infrastruktur jalan menuju daerah pedalaman Kabupaten Kotim sebagian besar belum tersedia dengan baik bahkan ada yang belum tersedia sama sekali," katanya.

--page

Untuk mencapai daerah pedalaman itu sebagian ada yang hanya bisa di tempuh melalui jalur sungai yang membutuhkan waktu cukup lama. 

"Ada yang sudah tersedia jalan darat, namun hanya bisa dilalui pada waktu-waktu tertentu saja," tukasnya.

Misalnya pada waktu musim penghujan jalan tersebut tidak dapat di lalui sama sekali karena badan jalan hanya berupa timbunan tanah.

"Termasuk untuk air bersih yang layak konsumsi warga pedalaman hanya mengandalkan air hujan dan air sungai. Jika mulai musin kemarau tidak ada hujan, air sungai mengering warga kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi," tandanya.

Begitu juga kondisi daerah yang masih banyak yang gelap juga sudah menjadi hal biasa bagi sebagian besar masyarakat pedalaman Kabupaten Kotim karena belum adanya penerangan yang memadai. (NACO/B-5)