BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerimaan Bintara Polri 2018 di Polda Kalteng menjadi keberuntungan bagi dua saudara kembar, Teguh Aji Santoso (19) dan Teguh Aji Artono (19).
Warga Jalan Penreh, Kecamatan Teweh Tengah, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara itu pernah merasakan kegagalan di tahun lalu.
Namun, kegagalan itu dijadikan pelajaran berharga untuk terus mengasah kemampuan hingga kembali mengadu nasib pada penerimaan tahun ini. Alhasil, mereka menjadi orang yang beruntung di antara 169 casis yang dinyatakan lulus.
"Tahun lalu (2017) pernah ikut, tapi gagal di kesehatan pertama," kata Artono, adik Santoso, Jumat (3/8/2018).
Mengisi waktu luang selama satu tahun, anak pasangan Samsuri (48) dan Iswati (39) itu mencoba melanjutkan sekolah di perguruan tinggi di Palangka Raya.
--page
Ayahnya, yang bertugas sebagai ASN, Dinas PU Kabupaten Barut dan ibunya sebagai ibu rumah tangga (IRT), merestui keinginan mereka.
Sambil mengenyam bangku kuliah, mereka mulai mempersiapkan diri dua bulan sebelum penerimaan Bintara Polri tahun ini dibuka.
Singkat cerita, semua tahapan dapat dilalui dengan baik hingga tibalah saatnya sidang terbuka kelulusan akhir, Jumat siang tadi. Begitu nama keduanya dipanggil sebagai tanda kelulusan, air mata pun tidak terasa menitik.
Dengan kelulusan itu, mereka akan menjalani pendidikan selama tujuh bulan di SPN Polda Kalteng, bersama rekan lainnya yang dinyatakan lulus.
Lantas, bagaimana dengan kuliahnya? "Saya tinggal. Saya pilih ini," tutur Artono. (BUDI YULIANTO/B-2)








