SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) padamkan api yang membakar rumah Radiah (75) dengan cara manual.

"Rumah korban hanya berjarak 15 meter dari sungai Mentaya. Api dipadamkan oleh warga menggunakan alat seadanya. Mereka saling bekerjasama mengambil air di sungai menggunakan ember," ucap Kapolsek Sungai Sampit Ipda M Affandi mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Sabtu (4/8/2018).

Desa tersebut tidak memiliki unit atau alat pemadam kebakaran, sehingga para warga harus medamkan api dengan cara manual.

Kobaran api baru bisa dipadamkan setelah warga berjibaku dengan api selama satu jam.

"Kebakarannya terjadi pada pukul 10.30 WIB dan api dapat dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB," jelasnya.

Meski sudah dipadamkan, namun rumah beserta isinya itu sudah hangus terbakar. Hampir seluruh bagian bangungan yang berkonstruksi kayu itu rata dengan tanah. Kini korban tinggal bersama anak kandungnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)