BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam melakukan perawatan terhadap kebun plasma, PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) selalu memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan atau sustainibility sama seperti apa yang dilakukan terhadap tanaman sawit milik perusahaan.
Menurut General Manager Plasma PT. SSMS Bambang Ernanto di sela-sela mendampingi Chief Operation Officer Nasarudin Bin Nasir ketika meninjau salah satu kebun plasma di Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (3/8/2018), ada beberapa perawatan terhadap tanaman sawit antara lain penanggulangan gulma atau tanaman pengganggu dan pemupukan.
Karena SSMS telah memikiki sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) maka cara merawat tanaman sawit juga harus mengedapankan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Menurut Bambang, perlakuan yang sama juga dilakukan terhadap kebun binaan atau yang disebut dengan plasma mitra swadaya. Meraka juga harus didampingi dan dipantau agar selalu menggunakan prinsip ramah lingkungan baik untuk penanggulangan gulma maupun pemupukan.
Penanggulangan gulma ada dua cara yakni dengan cara menual. Cara ini tanaman penggangu dibersihkan dengan alat seperti sabit atau alat potong rumput yang menggunakan mesin. Yang kedua dengan mengunakan herbisida.
--page
“Khusus penanggulangan gulma yang menggunakan herbisida tidak rboleh sampai dosis yang berlebihan, harus sesuai anjuran,” kata Bambang.
Demikian juga halnya dengan pemupukan. Menurutnya, harus dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan. Tidak boleh mengunakan pupuk kimia secara berlebihan karena bisa merusak struktur tanah dan berpengaruh terhadap pencemaran sumber mata air.
“Setiap tahun kami diaudit oleh tim ISPO maupun RSPO sehingga kami sangat memperhatikan prinsip-prisnsip keberlanjutan,” tambahnya. (MASROHAN/B-5)








