SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur meminta pemerintah daerah segera membangun sumur bor dan kanal penampungan air di daerah Selatan mengantisipasi kekeringan.

"Sarana itu untuk mengantisipasi kekurangan  air yang terjadi di daerah persawahan warga," kata Rudianur, Sabtu (4/8/2018).

Karena menurut dia jika sawah kering maka gagal panen akan mengancam petani di daerah itu. Untuk program pembangunan itu bisa dilaksanakan terutama di APBD Perubahan ini. 

"Karena program itu tentunya tidak menelan biaya yang begitu besar. Setiap areal pertanian dan persawahan cukup dibangun 1 titik sehingga ketika musim kemarau tiba air masih stabil di areal persawahan tersebut," tegasnya.

Selain di persawahan, daerah lain juga perlu dibangun itu, dimana lokasi yang kerap kali  jadi langganan titik api setiap tahunnya. Sehingga dengan sarana itu bisa turut serta membantu kekeringan.

--page

Di daerah Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan hingga Teluk Sampit menurut Rudianur  setiap tahun selalu ditemukan titik api namun persoalan yang dihadapi adalah  tidak adanya  air yang bisa digunakan warga. 

Pada tahun anggaran sebelumnya Rudianur mengatakan warga sudah pernah mengusulkan bahkan pernah di sampaikannya secara langsung ke Pemkab. Tetapi hal itu tidak digubris. (NACO/B-5)