PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gejala awal seseorang menderita katarak bisa diawali dari minus mata seseorang yang meningkat. Sering mengganti kaca mata juga bisa menjadi salah satu faktornya.

"Itu gejala awal katarak. Berikutnya, penglihatan pasien seolah-olah berkabut, seperti seakan melihat asap, awan dan mudah silau," kata dr Budi Suryanto yang turut hadir melakukan operasi katarak di Kejati Kalteng, Sabtu (4/8/2018).

Dokter Spesialis Mata yang berpraktek di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang ini menuturkan, jika pandangan seseorang seolah-olah melihat asap dalam jangka waktu lama, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti bisa menyebabkan kebutaan.

Katarak tahap awal hanya mengganggu tajam penglihatan. Tapi tahap berikutnya, katarak bisa menyebabkan kebutaan. Namun, kebutaan karena katarak itu masih bisa diatasi dengan operasi.

"Seseorang yang menderita katarak awal, tidak kelihatan. Jadi hanya pasien yang mengeluh penglihatannya seperti berkabut. Namun kalau sudah lama, matanya akan terlihat putih sekali," jelasnya.

--page

Ia melanjutkan, jika usia seseorang memasuki 50 tahun tanpa ada sakit gula atau lainnya, biasanya 30% sudah mulai terkena katarak.

"Kemudian, pada usia 60 tahun, hampir 50 persen mulai terkena katarak. Oleh sebab itu, kalau sudah 40 tahun ke atas, idealnya minimal kontrol setahun sekali. Kecuali ada keluhan, ya harus ditangani," saran Budi.

"Yang kita jaga adalah jangan sampai kita terkena penyakit gula, karena biasanya gejala katarak akan datang lebih awal. Jadi, kalau ada yang sudah kena penyakit gula, ya jangan terlalu makan yang manis-manis. Kalau soal makanan, itu tidak terlalu (beresiko menimbulkan katarak)," tuturnya.

Sementara itu, Kajati Kalteng Adi Sutanto menilai, operasi katarak yang berlangsung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng sangat efektif mengurangi jumlah penderita.

Kegiatan tersebut diikuti 358 orang. Sebenarnya, ada 502 orang yang mendaftar. Namun, 144 sisanya tidak memenuhi syarat medis. Kegiatan itu berjalan dengan sukses. (BUDI YULIANTO/B-2)