BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bercita rasa Pemilihan Kepala Daerah (Pilakada) berlangsung di Pondok Pesantren Enterpreneur Dar Al-Raudhah, Pangkalan Bun, Sabtu (4/8/2018).
Sebanyak 496 dari 545 yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap menggunakan hak suaranya dalam proses pemilihan yang berlangsung umum, bebas, dan rahasia.. Mereka adalah para santri dari tingkat SMP 11 kelas, tingkat SMK lima kelas, tingkat MQ (Madrasatul Wur’an) dua kelas, dan semua dewan guru.
Ada pun calon ketua OSIS adalah M Akhirin dan Boy Saputra. Keduanya berpengalaman dalam sejumlah kepanitiaan kegiatan yang dihelat di pondok pesantren yang berlokasi di Jl Pangkalan Bungur Tatas RT 26, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun. Seperti kegiatan Mosba (masa orientasi santri baru), class meeting, dll.
Tiga hari sebelum pencoblosan, kedua kandidat ini melakukan kampanye terbuka. Ada pun rencana program utama kedua kandidat ini hampir sama, yaitu melaksanakan program pendidikan pesantren yang lebih baik.
“Acara semacam ini sangat bagus dan harus terus dilaksanakan, karena para santri wajib mengenal politik dan sistem demokrasi di negara kita. Biar nantinya para santri bisa mengisi dan masuk ke semua lini dalam masyarakat, tak terkecuali dunia politik praktis dengan cara yang santun,” kata Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, M.Pd, pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Dar Al-Raudhah.
Lantas, siapakah yang terpilih
Akhirin menang telak dengan perolehan 351. Sedangkan Boy Saputra hanya mendapat 137. Terdapat delapan suara tidak sah.
Seperti apa proses pemilihan ketua OSIS itu berlangsung? Saksikan tayangan video berikut ini. (m)







