BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah guru di Kabupaten Kotawaringin Timur, harus mengajar di beberapa sekolah. Bahkan itu dinilai wajar karena harus menutupi kebutuhan hidup keluarganya.
"Kalau sudah seperti, bagaimana bisa konsentrasi mengajar. Ini memang dilema, satu sisi kaitannya dengan kebutuhan hidup kemudian, honor mereka terlalu kecil," kata Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun, Minggu (5/8/2018).
Kondisi ini juga tentunya membuat mereka yang mengajar di desa menjadi tidak maksimal. Harusnya kesejahteraan guru itu menjadi perhatian pemerintah, sehingga bisa menghasilkan kinerja maksimal.
"Anggaran di sektor pendidikan di Kotim sudah melebihi dari ketentuan perundang-undangan sebesar 20 persen dari total APBD Kotim," ucap Rimbun.
Namun masih belum mencukupi kebutuhan seluruhnya. Sehingga ke depannya, akan dibahas apakah perlu penambahan atau tidak.
--page
Rimbun berharap kondisi ini bisa jadi perhatian pemerintah daerah, agar guru honor, apalagi yang sudah lama mengabdi, setidaknya bisa diangkat jadi guru kontrak atau honor daerah.
"Agar gaji yang mereka terima sesuai. Tidak lagi mereka harus kemana-mana menghonor, karena gaji yang diterima hanya beberapa ratus ribu rupiah saja," pungkasnya.(NACO/B-11)








