BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara mengkritisi pelaksanaan APBD Kotim tahun anggaran 2017 silam. Terutama dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) dan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa).
Anggota Komisi I DPRD Kotim ini mengkritik realisasi PAD Kotim sebesar Rp245,98 miliar, atau sekitar 101,74 persen dari target Rp241,76 miliar.
Dia menegaskan, jika dillihat dari aspek perencanaan ada ketidakcermatan dalam menentukan target capaian. Asumsi yang digambarkan dalam target masih bersifat mentah dan terlalu surut.
"Sehingga realisasi justru melonjak dari ekspektasi awal. Dari hasil tersebut memang bagus karena ada peningkatan PAD yang signifikan, tetapi tidak baik dalam penyusunan perencanaannya," kata Agus Seruyantara, Minggu (5/8/2018)
Pencapaian PAD Kotim sekitar 101 persen dari target dinilai belum menggambarkan hasil capaian program OPD dalam berkreasi mengoptimalkan potensi daerah.
--page
"Perlu kreativitas program terpadu antara OPD secara signifikan. Maka dari itu harus dilakukan kajian potensi pendapatan daerah yang komprehensif, sehingga target pendapatan benar-benar di angka yang moderat," tukas dia.
Kemudian, dari laporan APBD itu silpa yang terlalu besar, sehingga dilihat dari aspek perencanaan berarti masih banyak kegiatan yang tertunda. Bahkan tidak dapat dilaksanakan.
Agus menambahkan, target yang sudah ditetapkan tidak terealisasi. Dan seharusnya perencanaan program kegiatan melalui kajian yang menyeluruh, sehingga tidak ada lagi kegiatan tak terlaksana hanya karena persoalan-persoalan teknis.(NACO/B-11)








