SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Sahid, mengingatkan pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), supaya terus menjalankan program jemput bola dalam perekaman KTP elektronik.

Bahkan, ia menegaskan bahwa seharusnya perekaman KTP elektronik diselesaikan di tingkat kecamatan saja. Karena, sejauh ini belum semua masyarakat memiliki waktu untuk datang ke Disdukcapil.

"Selain itu, pihak dinas harus lebih pro aktif turun ke lapangan  untuk memantau pelaksanaan perekaman data di kecamatan dan lebih aktif menyosialisasikan dan mengupayakan pembuatan KTP ini bisa selesai di tingkat kecamatan saja,” kata Sahid, Minggu (5/8/2018).

Ia menuturkan, selama ini warga di daerah pedalaman sering mengeluhkan proses mendapatkan KTP elekronik. Meski biaya perekaman gratis, dana untuk pergi ke Disdukcapil yang berada di Kota Sampit sangat besar.

Jika nanti perekaman KTP elektronik bisa diarahkan ke kecamatan, tentu akan mengurangi biaya perjalanan yang harus dikeluarkan masyarakat pedalaman.

--page

Namun, bila perekaman masih dilakukan di ibu kota kabupaten, Pemkab Kotim harus mempermudah dan mempercepat prosesnya. Bahkan harus dalam waktu sehari bisa selesai. Agar biaya masyarakat tidak membengkak.

"Kami dari Komisi III akan membantu penganggaran untuk kenyamanan dalam pembuatan KTP elektronik. Asalkan ada komitmen bersama untuk menyelesaikan dan menuntaskan perekaman dalam waktu yang cepat. Sehingga tidak membebankan masyarakat," sebutnya. (NACO/B-3)