BORNEONEWS, Muara Teweh- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh, memperingati Pekan Hari Konservasi Alam Nasional di Balai Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Minggu (5/8/2018).
Kepala BKSDA Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh Nizar Ardhanianto menuturkan, pemilihan Desa Pendreh sebagai lokasi peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2018 yakni lantaran daerah itu merupakan desa konservasi.
Desa Pendreh merupakan desa yang berbatasan langsung atau berada di perbatasan Cagar Alam Parapawen. Ada tiga desa yang merupakan desa konservasi yakni Lemo I, Lemo II, dan Pendeh.
Selain desa konservasi, masyarakat pendreh juga dipandang memiliki upaya untuk menjaga kawasan Cagar Alam Pararawen. “ Masyarakat punya peran yang besar dalam rangka melestarikan cagar alam tersebut,” ujarnya, Minggu (5/8/2018).
Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, lanjut dia, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kepedulian kepada masyarakat terhadap konservasi alam.
--page
Melalui peringatan ini, pihaknya berusaha mengedukasi anak-anak untuk mencintai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak memelihara hewan-hewan dilindungi.
“Pada kenyataannya, masih banyak warga di Muara Teweh yang memelihara satwa dilindungi seperto owa-owa, beruang, kalaweit, dan lainnya,” sebut Nizar Ardhanianto. (RAMADANI/B-3)








