SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara berupaya melakukan pendekatan dengan masyarakat adat yang wilayahnya memiliki potensi kearifan lokal. 

"Kami berupaya melakukan pendekatan, melalui program masyarakat hukum adat, ini juga adalah salah satu pekerjaan yang kami coba masuki," ujar Kepala DLH Sukamara Rendy Lesmana, Senin (6/8/2018).

Menurut Rendy,  pendekatan tersebut bertujuan untuk menggali semua potensi sumber daya alam yang bisa didapat melalui informasi masyarakat adat.

"Ini sesui dengan tupoksi kami di DLH, sebagai contoh seperti Lamandau yang saat ini sudah membuat suatu kawasan wisata kuliner khusu untuk orang makan buah, buah apa yang disipakan disitu bukan buah-buah yang ditaman pada saat ini atau 5 tahun lalu, tetapi buah-buah hutan yang mungkin dikelola secara adat dan kemudian dibuat dengan berbain kreasi sebagai lokasi wisata," cerita Rendy. 

Rendy menambahkan, dengan pemanfaatan kekayaan alam seperti itu tentunya akan berikan penghasilan bagi masyarakat diwilayah tersebut, yang tentunya juga akan berdampak dapat lingkungan dengan semakin terjaga bersama kearifan lokalnya. (NORHASANAH/B-5)