KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Petani atau pemilik kebun kelapa sawit di Kabupaten Katingan mengaku resah dengan masih murahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Saat ini harga TBS sawit di tingkat petani dihargai Rp900 rupiah per kilo gram.

"Nggak tahu kenapa harga sawit ini masih dihargai murah, sekarang pengepul hanya mematok Rp900 rupiah per kilo," kata Ridwan seorang petani sawit di Desa Hampangen, Kecamatan Tasik Payawan, Senin (6/8/2018).

Ridwan mengaku memiliki sekitar tiga hektare kebun sawit yang sudah mulai produksi dua tahun terakhir.

Namun sejak dua bulan terakhir harga sawit ditingkat petani anjlok. Ridwan mengaku saat harga normal sebelumnya per kilo sawit dihargai Rp1.400 hingga Rp1,500 per kilo gram.

--page

Namun kemudian harga sawit anjlok hingga sekarang menjadi Rp900 rupiah per kilo. "Harapan kita harga sawit bisa kembali normal seperti sebelumnya," imbuhnya.

Hadi, petani sawit lainnya di Hampangen juga mengaku resah dengan turunnya harga TBS sawit ditingkat petani ini.

"Turunya lumayan banyak, sekarang satu kwintal hanya dihargai Rp900 ribu dari sebelumnya Rp150 ribu," katanya.

Hadi mengaku dalam sebulan ia memanen sebanyak dua hingga tiga kali sawitnya.

"Kalau mengenai pemasarannya mudah saja, karena banyak pengepul sawit yang siap membeli, tapi ya itu tadi harganya masih murah," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)