BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sukamara, Syamsir Hidayar mengatakan penyebab tingginya harga daging ayam potong bisa saja karena hasil ternak lebih banyak dijual diluar daerah, sehingga untuk kebutuhan di daerahnya tidak terpenuhi.
"Kita lihat sekarang banyak masyarakat yang beternak ayam, apalagi untuk wilayah pesisir," ujar Syamsir Hidayat, Senin (6/8/2018).
Menurut Syamsir, hasil ternak tersebut lebih banyak dijual diluar daerah, sehingga kebutuhan daging ayam di wilayah Sukamara menjadi tidak terpenuhi.
Jadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka penjual di Pasar Saik Sukamara harus mengambil daging ayam dari luar daerah dan salah satunya Pangkalan Bun.
"Kenapa ayam ini lebih banyak dijual keluar daerah, karena kebanyakan adanya pihak ketiga, masyarakat kita yang pelihara, namun bibit dan pakan dari orang lain, sehingga saat paneh ayam tersebut dibawa keluar Sukamara untuk dipasarkan," tuturnya.
--page
Syamsir menambahkan dengan kondisi seperti itu, tentunya harga ayam daging bisa meningkat dan sulit untuk kembali turun.
Saat ini harga daging ayam masih berkisar sekitar Rp50 per kilo gram, dimana sempat mengalami penurunan namun kemali naik setelah 1 Minggu kemudian. (NORHASANAH/B-6)








