SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Melihat pesatnya pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah selayaknya pemerintah daerah memiliki penilai properti, sehingga perlu diadakan pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) penilaian properti bagi para aparatur sipil negara (ASN). 

"Saat ini sangat dibutuhkan peninilai properti, oleh sebab itulah kami mengadakan pelatihan dasar ini terhadap sejumlah ASN," ujar Sekda Kotim Halikinnor, Senin (6/8/2018). 

Halikin menerangkan selama ini dalam melakukan penetapan nilai properti, pemerintah selalu mengadakan kerja sama dengan pihak ketiga. Sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar. 

Sehingga dengan adanya Diklatsar tersebut, diharapkan Pemkab Kotim tidak perlu lagi bergantung dengan pihak ketiga, dalam melakukan penetapan nilai suatu properti baik bangunan fisik berupa perumahan, perhotelan, pom bensin, tower dan lain sebagainya. 

"Nantinya bagi peserta yang memiliki nilai tertinggi akan kami ikutkan lagi pendidikan di luar daerah agar nantinya bisa memilik sertifikat resmi sebagai penilai properti," katanya. 

--page

Sehingga dengan dimilikinya penilai peoperti, maka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kotim bisa digali dari berbagai sektor termasuk dari properti. Dengan tujuan perekonomian akan semkin maju dan pembangunan menjadi lebih cepat. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)