MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Nadalsyah menjelaskan mengapa pemerintah daerah berusaha untuk menggunakan kontrator dari daerah dalam setiap pembangunan di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Menurut Nadalsyah, kontarktor di daerah dapat berkoordinasi dengan baik serta dapat meminimalisasi anggaran untuk pembangunan.

Salah satu contoh yakni pembangunan rumah jabatan (Rujab) Bupati Barito Utara yang pembangunannya hanya mencapai kurang dari Rp 20 miliar.

“Pembangunan Rujab ini menurut kami sangat efesien, karena saya mendengar dari rekan-rekan yang pernah membuat rumah yang sebesar ini tidak cukup dengan Rp30 hingga Rp40 miliar,” ucapnya.

Selain itu dirinya meminta kepada Dinas PUPR untuk mendesign Rujab ini dengan gaya mewah namun dengan dana seefesien dan seefektif mungkin. Mengingat keterbatasan anggaran, serta rujab ini diperlukan untuk ikon kabupaten yang monumental untuk Kebanggan Barito Utara.

--page

“Saya meminta pekerjaan pembangunan rujab dapat  rapi dan pekerjaannya tidak kelur batas kontrak. Pembangunan Rujab ini merupakanpembangunan baru bukan rehab,” tegasnya.

Dikatakannya pula, Rujab Bupati ini adalah milik masyarakat Barito Utara. “Kami hanya menempatinya saja,” jelasnya. (RAMADHANI/B-6)