BORNEONEWS, Sampit- Terbangunnya Jembatan Sei Ramban yang berada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
"Kami sangat berharap agar terbangunnya jembatan ini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di kecamatan ini, setelah sekian lama mereka hanya menggunakan jalaur sungai untuk beraktivitas menyeberang dari desa yang satu ke desa lainnya," ujar Bupati Kotim Supian Hadi saat peresmian Jembatan Sei Ramban yang berada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Senin (6/8/2018).
Bupati melanjutkan, keberadaan Jembatan Sei Ramban diharapkan dapat membuka keterisolasian sebagian desa di Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Selain itu, dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengingat masyarakat Mentaya Hilir Utara umumnya memanfaatkan hasil bumi sebagai sumber pencaharian dengan dipasarkan ke kota atau daerah lainnya.
"Alhamdulillah, di hadapan kita sekarang, mimpi itu menjadi kenyataan. Di hadapan kita, membentang sebuah jembatan sepanjang 90 meter, yang merupakan hasil karya kita bersama dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Kotim," tutur Supian Hadi.
Ia juga menyampaikan, jembatan itu berhasil diselesaikan dengan kerja keras dan kerja cerdas seluruh pihak terkait. Jembatan Sei Ramban dirancang, dibangun, dan dikerjakan oleh putra-putri terbaik Kotim.
--page
"Penyelesaian jembatan ini, menunjukkan kemampuan putra-putri kita di bidang rekayasa teknik sipil, khususnya untuk rancang bangun jembatan," kata dia.
Ke depan, dengan kemampuan penguasaan teknologi yang semakin meningkat, putra-putri Kotim harus sanggup mempersembahkan berbagai maha karya lainnya. Yang akan memberikan konstribusi besar dalam percepatan pembangunan daerah. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








