BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Peneliti Universitas Palangka Raya diharapkan tetap melakukan penelitian meski harus diakui dana yang digelontorkan sangat minim dan terbatas.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Palangka Raya, Seth Ajang saat membuka Seminar Awal Kajian Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kota Palangka Raya dengan Tim Peneliti Universitas Palangka Raya (UPR), di Ruang Rapat Balitbang Kota Palangka Raya, Selasa (7/8/2018).
"Memang dananya sangat minim ya, kurang dari Rp150 juta. Tapi kita berharap para peneliti bisa mengusahakan tetap dapat melakukan penelitian dengan dana yang minim ini," kata Ajang saat menyampaikan sambutan.
Menurut Ajang, dana ini memang terbilang minim untuk ukuran kriteria kegiatan yang dilakukan peneliti, terlebih yang diteliti adalah hal krusial bagi masyarakat seperti pangan.
"Mumpung ada dari Bappeda juga yang hadir di sini, kami harapkan ada penambahan anggaran untuk penelitian ini. Paling tidak diperlukan Rp400 juta untuk pelaksanaan penelitian ini. Dana yang minim tentu akan mempengaruhi kinerja peneliti," pungkasnya.
Seminar awal ini menurut Ajang merupakan rencana awal yang disusun untuk pembangunan, khususnya ketahanan pangan rumah tangga kota Palangka Raya yang diseminarkan hari ini.
"Ini seminar awal, setelah dilakukan penelitian, dengan masukkan dari peserta, apa yang mau diteliti nantinya hasil penelitian akan diseminarkan lagi dalam seminar akhir," jelasnya.
Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dokumen awal perencanaan pembangunan ketahanan pangan dan acuan sebagai dokumen penting. (TESTI PRISCILLA/B-5)








