BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada kabar gembira bagi penggiat film, aktivis lingkungan dan masyarakat umum, khususnya yang berada di Kalimantan. Saat ini berlangsung kompetisi film bertemakan lingkungan hidup bertajuk Borneo Environmental Film Festival (BEFF).
"Festival ini menantang para penggiat film, aktivis lingkungan, dan masyarakat umum, dalam kompetisi film bertemakan lingkungan hidup. Ada empat kategori film yang difestivalkan, yaitu Film Fiksi Pendek, Film Dokumenter Pendek, Film Dokumenter Panjang, dan Video Promosi Kalimantan," jelas Presiden BEFF Dwi Wahyu Nugroho atau yang biasa disapa Ahox, Selasa (7/8/2018) .
Dari empat kategori kompetisi itu BEFF akan memberikan empat penghargaan.
"Penghargaan yang diberikan adalah Enggang Awards untuk kategori Fiksi Terbaik, Orangutan Awards untuk Dokumenter Pendek Terbaik, Bekantan Awards untuk Dokumenter Panjang Terbaik, dan Owa-owa Awards untuk Video Promosi Kalimantan Terbaik. Selain penghargaan juga pemenang bakal mendapatkan uang pembinaan yang cukup untuk memproduksi film pendek lagi," ujar Ahox.
--page
Sebagai ajang perfilman pertama yang bertemakan lingkungan di Kalimantan BEFF diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran ekologi, dan sosial.
"BEFF berusaha menginspirasi audiens untuk menjadi sadar dan bertindak melestarikan lingkungan. Lounching kegiatan ini dilakukan oleh Bupati Kobar Nurhidayah di Varcube Cafe 5 Agustus lalu," ujar pria yang besar dalam dunia film dokumenter bersama Equator Cinema, Malang, Jawa Timur itu.
Direktur BEFF Mardani menjelaskan bahwa BEFF diinisiasi juga untuk mengangkat dunia pariwisata berbasis ekologi di Pulau Kalimantan. Ia menjelaskan alasan BEFF dilaunching di Pangkalan Bun.
"Meskipun bukan kota terbesar di Kalimantan, Pangkalan Bun--yang kebetulan juga menjadi tempat beberapa penggawa BEFF tumbuh, merupakan salah satu kota utama pariwisata di Kalimantan. Terlebih dengan adanya destinasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang telah mendunia," jelas Mardani.
Menurutnya, tahun ini, BEFF mengangkat tema Human and Nature: Alam dan Manusia Memiliki Hubungan Keharmonisan.
--page
"Kami tunggu karya filmnya sampai 23 November 2018. Ini terbuka, tidak hanya untuk pengiat film di Kalimantan, tapi juga nasional.Untuk informasi mengenai submit film bisa mengunduh form dan syarat ketentuan melalui akun instagram @borneoenviromentalfilmfestival," jelas Mardani.
Ia menjelaskan dalam kompetisi ini, BEFF juga akan menggelar pemutaran dan workshop film di sembilan kota di Kalimantan.
"Kota-kota tersebut adalah Tarakan, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun, Pontianak, dan Singkawang," pungkasnya. (KRIDA/B-5)








