BORNEONEWS, Palangka Raya - Eliminasi penyakit Campak dan pengendalian penyakit Rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada 2020 jadi komitmen Indonesia Salah satu strateginya melaksanakan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) dan mengintegrasikannya ke dalam program imunisasi nasional.
Kampanye imunisasi MR di Kalteng dilaksanakan selama dua bulan pada dua fase. Fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September 2017 di seluruh wilayah pulau Jawa dan berhasil melampaui target cakupan nasional, sebesar 100,98% dengan jumlah anak yang mendapat kekebalan lebih dari 35,3 juta anak.
Sedangkan fase II dilaksanakan pada bulan yang sama di tahun ini. Sejumlah 395 kabupaten/kota dan 6.369 puskesmas, termasuk Wilayah Provinsi Kalteng menjadi sasaran kampanye imunisasi Measles Rubella.
"Kampanye imunisasi MR yang menyasar kelompok paling rentan tertular penyakit Campak dan Rubella, yakni anak-anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Sebanyak 31,8 juta anak berkesempatan untuk mendapatkan kekebalan spesifik dari bahaya penyakit Campak dan Rubella. Secara khusus, sasaran di provinsi Kalimantan Tengah berjumlah sebanyak 691.362 anak," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Widyawati, Selasa (7/8/2018).
Dia mengatakan, selama masa kampanye, imunisasi MR akan diberikan secara massal tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sebagai upaya memutuskan transmisi penularan virus Campak dan Rubella secara cepat.
--page
"Untuk dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit maka diperlukan cakupan imunisasi yang tinggi (minimal 95%) di seluruh tingkatan wilayah," tamahnya.
Dengan cakupan imunisasi MR yang tinggi, lanjut dia, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yakni situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.
Setelah masa kampanye berakhir, imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak sesuai jadwal (usia 9 bulan, 18 bulan dan anak sekolah kelas 1 SD/sederajat). (GAZALI/B-5)








