BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Produksi minyak sawit mentah (CPO) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) pada semester I tahun ini tumbuh 28,15% menjadi 111.949 ton, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 87.360 ton.
"Kenaikan produksi disebabkan faktor cuaca yang mendukung dan kebun Kalimantan Barat yang masih berusia muda sehingga tren produksi naik," kata Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT), Lucas Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Lucas menilai, kendati volume produksi dan penjualan mengalami peningkatan, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) CPO pada semester I/2018 turun 10,1% year on year menjadi US$570 per ton, dari sebelumnya US$634 per ton. Pasalnya, harga minyak sawit global juga mengalami tekanan karena pelemahan permintaan.
"Sampai akhir 2018, kami optimistis kinerja operasional ANJT diperkirakan masih akan bertumbuh dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan membaiknya cuaca," papar dia.
Sedangkan Analis Panin Sekuritas, Cheria Widjaja, mengatakan kinerja emiten perkebunan sebetulnya membaik mulai kuartal II/2018 seiring dengan kondisi cuaca yang lebih kondusif. Sayangnya, harga CPO global sedang mengalami tekanan.
--page
“Kami pun menurunkan estimasi rata-rata harga CPO global pada 2018 menjadi 2.225 ringgit per ton, dari estimasi sebelumnya 2.600 ringgit per ton,” ujarnya.
Diperkirakan produksi TBS dan penjualan CPO emiten perkebunan pada semester II/2018 berpotensi meningkat sehingga mendorong kinerja. (NEDELYA RAMADHANI/m)








