BORNEONEWS, Palangka Raya - Campak merupakan penyakit sangat mudah menular yang disebabkan virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin.
Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan pilek atau konjungtivitis dan bisa berujung pada komplikasi berupa pneumonia, diare, meningitis dan bahkan bisa menyebabkan kematian.
Sedangkan Rubella adalah penyakit akut ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan.
Penyakit ini mudah menular, namun yang menjadi perhatian Kementrian Kesehatan adalah kesehatan masyarakat, efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil terutama pada masa awal kehamilan.
Infeksi rubella pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan CRS.
--page
Data Kementerian Kesehatan pada 2013-2017 mencatat ada 31.449 kasus Rubella telah dilaporkan.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan obat untuk menangani kedua penyakit tersebut.
"Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan Rubella. Namun kedua penyakit berbahaya ini bisa dicegah. Imunisasi MR merupakan pencegahan terbaik serta pencegahan terhadap dampak berbahaya yang diakibatkan kedua penyakit tersebut. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus," ujarnya, Selasa (7/8/2018).
Ia menjelaskan anak-anak merupakan fase kehidupan yang paling istimewa karena pesatnya tumbuh kembang ada dalam periode tersebut.
"Anak-anak selaku generasi penerus bangsa harus mendapat jaminan dapat bertumbuh kembang dengan baik, salah satunya adalah hak untuk terlindungi dari ancaman penyakit berbahaya, termasuk dengan memberikan kekebalan dengan imunisasi," tambahnya.
Untuk mencegah kecacatan pada anak karena penyakit Campak dan Rubella, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kalteng bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan hari ini menggelar kampanye imunisasi campak dan Rubella.
Sementara itu Plh Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayu Indryati menargetkan 691.363 anak di Kalteng mendapatkan imunisasi secara gratis. (GAZALI/B-6)








