PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dari Universitas Palangka Raya (UPR) memaparkan Kajian Ketahanan Pangan Rumah Tangga di ruang rapat Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Kota Palangka Raya, Selasa (7/8/2018).

Ketua Tim Peneliti LPPM UPR, Dr. Jhon Wardie mengatakan bahwa Kota Palangka Raya dengan keanekaragaman potensi sumber daya alamnya semestinya memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas.

Namun ternyata tidak dikelola secara optimal di samping juga terus terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian sebagai akibat adanya pembangunan yang terus berkembang.

"Kalau terus dibiarkan tentunya kondisi ini bisa memicu terjadinya potensi kerawanan pangan di Kota Palangka Raya. Permasalahan kerawanan pangan memerlukan penanggulangan yang serius dan menyeluruh, mengingat kerawanan pangan tidak hanya menyangkut aspek ketersediaan pangan, namun juga akses pangan dan penyerapan pangan," kata Jhon dalam paparanya.

Dalam kegiatan yang dihadiri pihak Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Palangka Raya serta dinas-dinas terkait itu Jhon memaparkan bahwa potensi rawan pangan bisa saja disebabkan oleh rendahnya produksi pangan.

--page

"Indikator lain penyebab rawan pangan adalah persentase penduduk miskin, persentase jumlah keluarga tanpa akses listrik, jumlah fasilitas kesehatan, jumlah penderita gizi buruk, angka kematian balita dan ibu saat melahirkan, akses transportasi jalan, jumlah toko/warung, serta persentase perempuan buta huruf. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu dilakukan kajian ketahanan pangan rumahtangga di Kota Palangka Raya," bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Balitbang Kota Palangka Raya, Seth Ajang mengatakan bahwa seminar awal ini merupakan rencana awal yang disusun untuk pembangunan, khususnya ketahanan pangan rumah tangga kota Palangka Raya yang diseminarkan hari ini.

"Ini seminar awal, setelah dilakukan penelitian, dengan masukkan dari peserta, apa yang mau diteliti nantinya hasil penelitian akan diseminarkan lagi dalam seminar akhir," jelasnya.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dokumen awal perencanaan pembangunan ketahanan pangan dan acuan sebagai dokumen penting.

"Dokumen arah kebijakan pembangunan berbagai bidang dan salah satunya bidang ketahanan pangan ini kita harapkan dapat bermanfaat bagi pembangunan Kota Cantik," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)