BORNEONEWS, Muara Teweh - Warga Desa Lampeong, ibukota Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara terpaksa memasang spanduk demi menyampaikan unek-uneknya.
Spanduk yang dipasang oleh masyarakat tersebut karena aspirasi yang disampaikan melalui musrenbang kecamatan maupun melalui wakil rakyat tidak ada terealisasinya.
Ada dua spanduk yang dipasang oleh warga Lampeong tersebut. Satu spanduk di Simpang Empat Lampeong, tepat di perlintasan jalan negara Muara Teweh-Lampeong-Perbatasan Kaltim itu tertulis di bagian atas “Gambaran Keluhan Masyarakat Kecamatan Gunung Purei Karena Tidak Memiliki Penerangan Listrik”.
Sedangkan di bagian bawah terlihat tiga gambar masing-masing pria membawa obor dengan komentar “Berjalan Di Kegelapan Malam Gulita”. Gambar kedua, anak memegang pulpen dengan komentar “Anak Tidak Bisa Belajar dan Ketakutan Malam Mengakibatkan Kebodohan”.
Gambar ketiga, dua orang berseragam ASN dengan komentar “Kami Pegawai Tidak Betah Di Kecamatan Gunung Purei, Tidak Ada PLN Pulang Kampung Saja”.
--page
Beberapa sumber di Desa Lampeong yang ditanya tentang siapa pemasang spanduk tersebut mengaku tidak tahu.
“Dua spanduk ada sejak minggu lalu dan masih terpasang sampai sekarang. Saya tidak tahu siapa yang memasang, karena begitu melintas di jalan terlihat sudah ada spanduknya,” ujar Kepala Desa Lampeong II Sutnadi, Selasa (7/8/2018). (RAMADHANI/B-6)








