BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Bupati Nurhidayah menyampaikan bahwa Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) setiap tahun masih kekurangan beras sebanyak 25.373 ton.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui pidato tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Kobar pada Rapat Paripurna dengan agenda menjawab pemandangan umum fraksi DPRD, Selasa (7/8/2018).
Bupati Nurhidayah dalam teks pidatonya menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk sebanyak 290.493 jiwa, Kobar membutuhkan 34.910 ton beras per tahun.
Namun, jumlah beras yang mampu diproduksi petani di Kobar hanya sebanyak 9.373 ton atau 27% dari kebutuhan.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Pemkab Kobar mendatangkan beras dari luar daerah. Hanya, distribusi beras dari luar daerah tidak selalu lancar akibat beberapa hal. Salah satunya faktor cuaca.
--page
"Kondisi semacam itu bisa berpotensi mengancam ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kobar," ujarnya.
Oleh sebab itu, diperlukan upaya serius dari semua pihak dalam memacu produktivitas tanaman padi. Selain itu, harus ada upaya maksimal berkaitan dengan cadangan pangan. (MASROHAN/B-3)








