BORNEONEWS, Sampit - Sales Ecxekutif Pertamina Kalimantan Tengah (Kalteng) Arya Aditya, meminta masyarakat agar segera melapor jika menemukan pangkalan yang menjual elpiji bersubsidi 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Kalau ada yang jual di atas HET, laporkan saja. Akan kami berikan sanksi untuk pangkalan tersebut," ujar Arya, saat mengunjungi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Elpiji Khusus (SPPEK), di Jalan HM Arsyad, Selasa (7/8/2018).
Dia mengatakan, HET elpiji 3 kg di pengisian sendiri yakni Rp 15.250. Sedangkan HET di pangkalan sebesar Rp 18.000 per tabungnya. Namun HET di pangkalan diatur berdasarkan radius dari jarak pengisian.
"Jika di bawah radius 60 km, maka harga jual tabung elpiji 3 kg masih Rp 18.000. Namun di luar itu tergantung jarak dan ketentuan biaya masing-masing pangkalan," kata Arya.
Terkait itu, masyarakat harus lebih jeli dan memerhatikan identitas pangkalan. Dan sudah dipasang papan HET di setiap pangkalan yang ada. Dan jika melebihi HET, maka itu sudah melanggar ketentuan.
--page
Sementara itu, Anggota DPR RI Hamdhani yang turut memantau SPBU dan SPPEK tersebut mengungkapkan, sdah melakukan pertemuan langsung dengan Pertamian dan penyalur elpiji kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk melihat langsung penyaluran, guna mengetahui kendalanya.
"Untuk di Kalteng penyaluran gas elpiji semua melalui Kotim. Jadi kami melakukan kunjungan ke SPBU dan juga SPPEK untuk mengetahui apa saja kendala yang bisa terjadi," kata Hamdhani.
Namun sejauh ini, penyaluran elpiji baik subsidi maupun non subsidi berjalan lancar. Tidak ditemukan adanya kelangkaan di sejumlah pangkalan.
Semenara kendala yang dialami pihak SPPEK, hanya kapal pandu untuk sandar kapal bermuatan gas elpiiji tersebut. Hal itu nantinya akan dikoordinasikan dengan Pelindo III.
"Kami akan koordinasikan hal itu, agar kapal tandu di perairan Kotim ini bisa ditambah. Jadi setiap kapal besar yang akan sandar di pelabuhan tidak menunggu terlalu lama," kata Hamdhani. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








