BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara menyosialisasikan tentang cara memilih sapi yang baik. Agar masyarakat yang ingin berkurban saat Hari Raya Idul Adha tidak salah pilih.
"Kita mulai menyosialisasikan cara memilih sapi yang baik. Juga menyampaikan jika sapi betina produktif tidak boleh dipotong," kata Kabid Peternakan DKPP Sukamara, Syamsir Hidayat, Selasa (7/8/2018).
Syamsir menjelaskan, sapi yang baik dari segi kesehatan dapat dilihat dari kondisi tubuh yang berisi, kulit lemas, tidak ada parasit di kulit, bulu tidak rontok, selaput lendir dan gusi berwarna muda, mudah bergerak bebas, ujung hidung bersih, kuku tidak terasa panas dan bengkak bila diraba, serta suhu tubuh 39,5 sampai dengan 40 derajat celcius.
"Sementara dari sikap dan tingkah laku, tubuh berdiri tegap, titik berat sama pada 4 kaki, peka terhadap lingkungan atau cepat bereaksi. Bila diberi pakan, mulut akan dipenuhi, cara minum panjang serta tidak terus menerus tidur," jelasnya.
Selanjutnya, dari segi pencernaan, nafsu makan dan minum besar, buang hajat lancar. Dan apabila terjadi gangguan pencernaan maka gerak perut besar berhenti atau cepat sekali, serta proses memamah biak berhenti.
--page
"Mudah-mudahan dengan adanya sosialiasi tentang cara memilih sapi ini, maka masyarakat tidak ada yang salah pilih," pungkas Syamsir Hidayat. (NORHASANAH).








