BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini penyaluran elpiji baik itu yang subsidi maupun non subsidi ke Kotawaringin Barat (Kobar) terkadang mengalami kendala. Ini berdampak pada kebutuhan tabung gas masyarakat di daerah tersebut.
"Memang kami akui untuk penyaluran dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Elpiji Khusus (SPPEK) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Pangkalan Bun, ada kendala. Sehingga terkadang membuat di daerah tersebut kekurangan," ujar Sales Eksekutif Pertamina Area Kalimantan Tengah (Kalteng) Arya Aditya saat berkunjung ke Sampit, kemarin.
Ini terjadi karena adanya kerusakan pada jembatan di jalur tersebut. Sehingga tidak dapat dilintasi angkutan berat seperti truk pengangkut elpiji bersubsidi dan non subsidi dari Sampit ini.
Kerusakan jembatan di Jalan Jendral Sudirman Km 105 Sampit-Pangkalan Bun. Jembatan tersebut sebenarnya sudah diperbaiki namun belum permanen dan hanya bersifat sementara.
"Itu merupakan salah satu kendala dalam penyaluran. Sehingga membutuhkan waktu," kata Arya.
--page
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait hal itu, dan mudah-mudahan jembatan sementara itu bisa dibangun secepatnya hingga bisa dilintasi angkutan LPG," kata Arya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








