BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini terus menyosialisasikan pada masyarakat mengenai apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang bisa menimbulkan bencana kabut asap tersebut.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar Reneli, Rabu (8/8/2018) menjelaskan ada lima hal yang bisa dilakukan masyarakat guna mencegah terjadinya karhutla.
"Lima hal tersebut adalah lakukan, laksanakan, laporkan, libatkan dan lindungi. Lakukan dalam hal ini adalah saat melakukan penyiapan lahan agar tidak membakar. Karena tanpa membakar juga bisa dilakukan penyiapan lahan dengan memanfaatkan siss pembersihan lahan berupa lahan berupa tebasan semak, seresah, akar, daun dan sisa tumbuhan lainnya menjadi pupuk kompos," jelas Reneli.
Karena, lanjut Reneli, pembakaran lahan sudah terbukti akan menurunkan kesuburan pada jangka panjang, rnengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air sehingga tanah mudah tererosi.
"Hilangnya kesuburan tanah akan menyebabkan kerugian besar untuk petani terutama akan menambah biaya untuk pemupukan," jelas Reneli.
--page
Menurut Reneli, diharapkan partisipasi masyarakat untun melaksanakan pemadaman dini jika ditemukan kejadian karhutla.
"Ketika ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan di masing-masing-masing wilayahnya, masyarakat dapat segera melakukan upaya pemadaman dini. Bisa menggunakan peralatab sederhana, yang penting bisa memcegah meluasnya kebakaran. Upaya pemadaman ini merupakan pemadaman awal yang dilakukan seketika saat ditemukan titik api untuk mencegah agar kebakaran tidak menjadi lebih besar," jelasnya.
Setelah itu, menurut Reneli masyarakat diharap untuk melaporkan terjadinya karhutla pada pihak terkait.
"Kejadian tersebut bisa dilaporkan pada ketua RT, Polisi hingga Manggala Agni. Laporan ini sangat penting sebagai bentuk antisipasi tidak semakin meluasnya karhutla," jelas Reneli.
Keterlibatan individu dalam masyarakat peduli api (MPA), menurut Reneli juga sangat berperan untuk mencegah terjadinya karhutla.
--page
"Dengan melibatkan diri dalam MPA, diharapkan bisa membantu petugas dalam upaya pemadaman karhutla dilingkungannya masing masing. Tentunya individu yang tergabung dalam MPA ini akan mendapatkan pelatihan teknis pengendalian karhutla," jelas Reneli.
Sedangkan yang terakhir, lanjut Reneli, adalah melindungi kawasan gambut dengan melakukan tata kelola air dengan baik.
"Menjaga keberadaan tabat/sekat air pada kanal yang berada dilahan gambut juga sangat berperan untuk menjaga keberadaan air yang berada di kanal, sehingga tingkat kebasahan lahan gabut tetap bisa dipertahankan," jelas Reneli. (KRIDA/B-5)








