PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tidak semua orang mencibir tentang imunisasi menggunakan vaksin campak/measles dan rubella (MR) yang berlangsung di Kalimantan Tengah (Kalteng), apalagi mengurungkan niat.

Buktinya, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, sehari sebelum pelaksanaan pencanangan imunisasi MR telah dilaporkan 10,5 persen dari total sasaran 691,363 anak Kalteng telah terimunisasi.

Artinya ada 72.593 anak di Kalteng yang sudah melakukan imunisasi MR, terlepas dari imbauan MUI pusat agar menunda sampai keputusan pada 8 Agustus 2018.

Seperti diungkapkan ibu ini. Ia mengajak masyarakat luas terutama ibu-ibu, agar tidak khawatir dan mencemaskan program pemerintah bidang kesehatan tersebut.

“Tidak perlu khawatir dengan vaksin ini. Jangan memikirkan hal-hal yang belum tentu buruk/salah, yang penting kita berniat mencegah penyakit, dan itu dibolehkan karena mubah menurut Islam,” kata Saidah Suryani, ibu rumah tangga yang juga Ketua Fatayat Kalteng ini, Rabu (8/8/2018).

--page

“Justru kita harus acungi jempol sikap pemerintah yang menyediakan vaksin ini dengan gratis. Coba bandingkan kalau suntik imunisasi di luar,” tambahnya.

Ia mengungkapkan beberapa warga yang ia kenal, sudah diberikannya pemahaman terkait vaksin tersebut.

Sebab dampaknya, akan vatal tidak hanya kepada anak yang terinveksi virus MR tersebut tetapi juga bisa menyerang komunal.

“Orang yang didekatnya bisa terkena virus ini walaupun sudah dewasa, dan yang rentan adalah ibu hamil. Nah kami sebagai ibu-ibu, tentu tahu bagaimana melindungi anggota keluarga,” tutupnya. (ROZIQIN/B-6)