MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Nadalsyah menjelaskan mengenai beberap proyek pembangunan yang dilaksanakan dari APBD tahun anggaran 2017. Hal ini juga menjawab pertanyaan dari fraksi PDI Perjuangan.

Nadalsyah memaparkan,  penyelesaian proyek pekerjaan multi years pada enam ruas jalan yang meliputi  peningkatan jalan negara kilo meter 34 Simpang Benangin, peningkatan jalan Kandui-Tongka.

Kemudian peningkatan jalan Kandui-Ketapang, peningkatan jalan Ketapang-Montallat, peningkatan jalan negara kilometer 52-trans 55, peningkatan jalan Tongka-Batu Raya telah dinyatakan selesai pada 2017 dan telah diaudit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan  (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah pada 2017.

“Serta oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2018,” terangnya, Rabu (8/8/2018).

Selanjutnya mengenai proyek penataan kawasan tepian Sungai Barito dan Sungai Bengaris. Dijelaskan bupati, penataan kawasan tepian Sungai Barito dilaksanakan dengan membangun Water Front City (WFC) sepanjang area hulu dan hilir pelabuhan bongkar muat Jalan Panglima Batur Muara Teweh dan pembangunan penguat tebing pada beberapa titik bantaran Sungai Barito baik di Kecamatan Teweh Tengah maupun kecamatan lainnya. 

Sedangkan untuk penataan kawasan Sungai Bengaris telah dilakukan normalisasi pada titik-titik tertentu.

Terkait hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, kata dia, mengenai peningkatan pengawasan proyek fisik pada dinas PUPR serta dinas pendidikan, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, meredistribusi penempatan tenaga guru dan tenaga medis, menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah serta mewujudkan visi dan misi Kabupaten Barito Utara periode 2013-2018 sesuai RPJMD tahun terakhir masa jabatannya, tentu hal ini akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. (RAMADHANI/B-6)