BOENEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim belum melakukan tindakan apapun soal kasus dugaan perselingkuhan antara dokter dan sopir ambulans di Cempaga Hulu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengaku sejauh ini pihaknya belum bisa mengambil tindakan tegas atas ulah oknum pegawai puskesmas itu.
"Kami belum ambil tindakan karena kejadian itu bukan saat jam kerja dan bukan di rumah dinas," ucap Faisal, Kamis (9/8/2018).
Lanjut Faisal meski demikian jika masalah itu nantinya berlanjut hingga ke pihak kepolisian tentu pihaknya akan bersikap juga nantinya. Karena untuk tindakan yang mereka ambil harus mengacu pada ketentuan.
"Kita harus ada hitam di atas putih, harus resmi. Karena ini diluar yuridis," tandas Faisal.
--page
Kedua pasangan itu digerebek warga pada Selasa (7/8/2018) malam. Kejadian itu terjadi di barak SD di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Saat itu suami sang dokter tidak ada ditempat begitu juga dengan istri sang sopir.
Saat itu keduanya tidak berkutik setelah warga mendapatkan keduanya tengah berbuat mesum. Bahkan menurut penuturan warga ulah keduanya sudah berlangsung lama. (NACO/B-5)








