PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keinginan menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai destinasi pariwisata Indonesia dan masuk dalam deretan ‘11 Bali baru’ sepertinya segera terwujud.

Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata pada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah mengundang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan pihak terkait untuk membahasnya di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Pembahasan bertajuk “Rapat Percepatan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah” itu dipimpin langsung oleh Penasehat Kehormatan Menpar, Indroyono Soesilo di ruang rapat lantai 12 Kemenpar.

“Tahun 2019 industri pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar negara ini, yaitu USD 24 miliar, melampaui sektor minyak dan gas, batubara, karet, dan minyak kelapa sawit (CPO),” tutur Apung Widadi, Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan Kalteng Berkah, mengutip ungkapan Indroyono dalam rapat tersebut, kepada Borneonews, Kamis (9/8/2018).

Di lain pihak, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengungkapkan gambaran tentang kenapa potensi pariwisata Kalteng layak menjadi Bali-ke-11. Banyak hal yang dimiliki ‘Jantung Borneo’ ini khususnya ekowisata, yang tidak dimiliki daerah lain sehingga menyedot perhatian turis mancanegara.

--page

Pengembangan pembangunan destinasi kepariwisataan Kalteng ternyata juga masuk dalam rencana induk kepariwisataan nasional (Ripparnas) 2010-2025 dengan dua destinasi periwisata nasional (DPN) khsusus di dua taman nasional. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan rencana induk kepariwisataan daerah (Ripparda) Provinsi Kalteng 2013-2028.

Dikuatkan lagi dengan adanya instruksi Gubernur Kalteng pada 31 Oktober 2018 tentang kebijakan percepatan pembangunan kebudayaan dan pariwisata Kalteng. Ini karena penguatan sektor Pariwisata juga masuk dalam visi ke-6 Gubernur Sugianto.

Item pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan expedition cruise ke TNTP, rencana pelaksanaan kera-kera besar 2019 di Palangka Raya, dan lainnya.

Tim Percepatan Pembangunan Kalteng juga terlibat. Dari 10 anggota Tim Percepatan, hadir enam orang antara lain Ketua Tim Percepatan Laksamana (Purn) Dr. Marsetio dan sekretaris tim Apung Widadi, Bulkani, Rahmadi Lentam, serta Prof Sulmin Gumiri.

Pemprov juga menyertakan pihak terkait dengan destinasi ini antara lain sejumlah kepala dinas di Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kantor Imigrasi Kobar, Kantor Bea Cukai, Kepala KSOP, dan Kepala Bandara Tjilik Riwut, Pelindo III Kobar, serta Kepala Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan Taman Nasional Sebangau (TNS).

--page

Sementara dari pihak Pemprov sendiri, hadir antara lain Kepala Dinas Kehutanan, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. (ROZIQIN/m)