PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pola pikir perempuan dan laki-laki berbeda, karena struktur dalam otak laki-laki dan perempuan berbeda-beda.

"Kalau laki-laki itu otaknya terkotak-kotak sehingga yang menjadi pemikiran ya apa yang terjadi saat itu saja. Sedangkan perempuan itu otaknya seperti benang-benang yang berkaitan," kata Fasilitator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabag Hukum dan Kepegawaian, Sesdep II, Imiarti, di hadapan peserta pelatihan bagi anggota Forum Puspa kabupaten/kota dan Provinsi Kalteng, di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Kamis (9/8/2018).

Itulah yang menjadi salah satu penyebab laki-laki melakukan kekerasan yang tidak memikirkan dampaknya di jangka panjang. Sedangkan perempuan, untuk mengambil tindakan mesti berpikir panjang dan banyak pertimbangan.

"Ketika dia menjadi korban kekerasan, dia terkadang tidak berani mengambil tindakan karena banyak pertimbangan. Misalnya, kalau bercerai, bagaimana dengan nasib anak, perekonomian keluarga, dan sebagainya," tutur Imi.

Lantaran otak yang berserabut itu juga, perempuan bisa melakukan banyak hal secara bersamaan. Selain itu, perempuan juga lebih banyak memiliki kesabaran.

--page

Meski begitu, perempuan juga harus memiliki wawasan dan berani bertindak tegas ketika mengalami kekerasan. "Harus berani menyetop kekerasan itu. Kalau pun terjadi perceraian, jangan lupa untuk mengurus harta gono gini. Jangan mau bercerai begitu saja. Kalaupun terjadi permasalahan, di situlah Forum Puspa hadir untuk membantu," tegasnya.

Hal ini ia tekankan, kalau masih banyak anggapan bahwa perceraian merupakan hal tabu dan aib bagi keluarga. "Jadi pilih mana, bercerai atau keselamatan jiwa," tandasnya.

Menurutnya, kalau memang kekerasan tidak bisa dihentikan, perceraian merupakan jalan yang bisa ditempuh. Namun, ada juga beberapa kasus yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan kekerasan bisa dihentikan.

"Jadi dilakukan konseling korban dan pelaku. Pelaku disadarkan bahwa kekerasan bisa dijerat dengan hukum," terangnya. (Oktrika/B-6)