MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H Nadalsyah mengatakan, belum rampungnya pembangunan gedung wing A RSUD Muara Teweh karenak masih kekurangan dana sekitar Rp35,2 miliar. 

Kekerungan tersebut, kata bupati Nadalsyah, akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2018. Pernyataan ini merupakan jawaban bupati Barito Utara atas pandangan umum Fraksi Gerakan Keadilan Karya Bangsa (F-GKKB). 

“Pada tahun anggaran 2018 kekurangan anggaran tersebut telah dianggarkan, sehingga pembangunan gedung wing A akan diselesaikan secara keseluruhan. Tiga dari lima lantai pada wing A RSUD, yakni lantai 2, 3, dan 5 belum selesai, karena pada 2017 hanya tersedia anggaran sebesar Rp59.225.929.000. Sedangkan berdasarkan desain RSUD Muara Teweh yang mengacu pada harga standar bangunan negara (HSBGN) anggaran yang dibutuhkan untuk wing A sebesar Rp94.509.000. Sehingga masih memerlukan anggaran sebesar Rp35.253.071.000,” kata Nadalsyah, Kamis (9/8/2018).

Pembangunan gedung baru RSUD Wing A yang telah menelan dana Rp59,2 miliar itu telah diresmikan Januari 2018. Dari lima lantai di wing A ini hanya lantai 1 dan 4 yang operasional, sedangkan lantai 2, 3, dan 5 masih dilanjutkan dalam tahap dua tahun anggaran 2018.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, H Fery Kusmiady pernah menjelaskan bahwa pembangunan wing B dan C akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya secara bertahap, setelah dianalisa dan diusulkan pekerjaan fisiknya  pada APBD 2018 dan 2019.

Kadis PUPR menambahkan, pembangunan pengembangan RSUD Muara Teweh pada awal 2015 merupakan program pihak manajemen RSUD yang dimulai dengan penyusunan  studi kelayakan dan DED. Tetapi berdasarkan petunjuk BPK-RI kepada Pemkab Barito Utara, pekerjaan fisik dilaksanakan oleh instansi teknis yaitu Dinas PUPR, sehingga sejak Maret 2016 dokumen yang sudah ada dilengkapi dengan pembuatan dokumen Amdal yang berjalan selama enam bulan.(RAMADHANI/m)