BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menyatakan tengah memasuki tahap penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan sawit kesembilan di Papua.
Pabrik yang terletak di Kabupaten Keerom ini memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton per jam dan bisa ditingkatkan hingga 90 ton per jam. Pabrik ini diperkirakan bakal mulai beroperasi pada September mendatang.
Saat ini, BWPT telah memiliki delapan PKS yang berlokasi di Kalimantan dengan total kapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton per tahun. Jika PKS di Papua beroperasi pada September ini, total kapasitas produksi akan bertambah menjadi 2,85 juta ton per tahun.
Belum lagi jika ditambah dengan PKS baru di Kalimantan Timur yang memiliki kapasitas 60 ton per jam. Pembangunan PKS di Kaltim ini akan dilakukan pada kuartal IV tahun ini.
"Pabrik ke-10 ini memiliki kapasitas pengolahan sawit hingga 60 ton per jam. Rencananya, pabrik ini akan kuartal empat tahun ini," kata Direktur Utama BWPT, Nicolas B. Tirtadinata, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/8/2018).
--page
Pembangunan PKS ini, menurut Nicolas, merupakan strategi perusahaan untuk meningkatkan pengolahan tandan buah segar (TBS) dari kebun inti dan plasma perusahaan.
"Apalagi dalam dua tahun mendatang, ada tambahan produksi TBS dari tanaman yang sudah menghasilkan milik perusahaan," papar dia.
Selain membangun pabrik baru, BWPT juga berencana membangun bulking station di Kaltim. Bulking station ini disiapkan dengan kapasitas simpan sebanyak 4.000 metrik ton (mt).
Guna mewujudkan pembangunan pabrik baru ini, BWPT telah menyiapkan anggaran sebesar Rp280 miliar. Harapannya pabrik tersebut bisa beroperasi komersial pada 2020.(NEDELYA RAMADHANI/m)








